Hesperian Health Guides

Belajar bahasa secara dini itu penting

Pada Bab ini:

Tahun-tahun yang terbaik untuk belajar bahasa ialah sejak lahir sampai usia 7 tahun. Biasanya seorang anak belajar bahasa terbanyak antara umur 2 dan 4 tahun. Jika seorang anak tidak belajar bahasa pada saat dia kira-kira berumur 7 atau 8 tahun, akan lebih sulit bagi anak itu untuk mempelajarinya di kemudian hari. Jika seorang anak tunarungu tidak belajar bahasa percakapan/lisan atau bahasa isyarat, juga akan sulit baginya untuk mengembangkan kemampuan berpikir sepenuhnya. Itulah sebabnya belajar bahasa begitu penting.

BAGAIMANA ANAK-ANAK BELAJAR BAHASA

Bahasa menggunakan simbol-simbol seperti bunyi, tulisan, atau isyarat yang memungkinkan orang untuk berkomunikasi satu sama lain. Membaca, menulis, berbicara dan membuat isyarat semuanya adalah cara penggunaan bahasa.

Langkah pertama seorang anak untuk belajar bahasa ialah belajar mengetahui sebutan untuk orang-orang dan kata-kata untuk menyebutkan benda-benda yang dilihatnya setiap hari - kata-kata seperti 'mama', 'kucing', atau 'bayi'. Tetapi sering kali, kata-kata pertama yang akan diucapkannya ialah untuk membuat sesuatu terjadi - kata-kata seperti 'susu', 'tidak', atau 'bangun'.

An older boy speaking as he picks up a smaller boy.
Bangun, bangun, bangun, Adom!
A small boy raises his arms while speaking.
Kofi,
bangun.
Seorang anak belajar bahwa kata-kata mempunyai kekuatan untuk membuat berbagai hal terjadi. Bagi anak berkomunikasi sangatlah berguna/menguntungkan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.


A man and a small girl speaking to each other.
Nenek pergi ke pasar ?
Ya, nenek pergi ke pasar.
Anak-anak belajar bahasa dengan mempraktekkan dengan orang lain.

Anak-anak pertama-tama belajar kata-kata tunggal. Lalu mereka belajar peraturan menggunakan katakata itu bersama-sama. Ketika mereka menggunakan bahasa dengan orang-orang lain, lambat laun mereka belajar peraturan suatu bahasa.

Anak-anak belajar bahasa dengan mendengarkan dan melihat bahasa di sekitar mereka dan melakukan apa yang mereka dengar dan lihat. Anak-anak mengembangkan kemampuan mental mereka bila mereka belajar/mengetahui lebih banyak kata-kata dan menggunakannya menurut peraturan bahasa itu. Mereka membuat kesalahan, dan kemudian mulai berhasil berkomunikasi.


BAHASA DAN BERPIKIR BERKEMBANG BERSAMA-SAMA

Bahasa memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa juga memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan diri kita sendiri. Bahasa yang dipelajari seorang anak ketika dia kecil memberinya alat untuk mengembangkan pikirannya - bahasa yang digunakannya untuk berbicara kepada dirinya sendiri. Jadi, bahkan bagaimana kita berpikir tergantung dari berapa banyak bahasa yang kita tahu dan dapat gunakan.

A woman signing.
Daniel tunarungu. Dia dapat berkomunikasi sedikit dengan gerakan-isyarat tangan, mimik wajahnya, dan isyarat-isyarat yang dibuat keluarganya. Inilah yang dapat dikatakan Daniel kepada ibunya mengenai pengalamannya sehari itu.
A woman signing.
Tetapi jika Daniel dan keluarganya mempunyai satu bahasa, mereka dapat berkomunikasi jauh lebih banyak. Dan kemampuan Daniel untuk berpikir dan membuat rencana akan lebih kuat.

Semakin banyak anak-anak mampu belajar suatu bahasa - baik mereka berbicara atau membuat isyarat - semakin banyak mereka dapat memahami dunia mereka, mengekspresikan diri, berpikir, berharap, membuat rencana, dan berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar mereka.

Anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir mereka bila:

A girl speaking to her little sister as they wash clothes in a large bowl.
Pekerjaan ini akan cepat selesai bila kita kerjakan bersama-sama.
Mayra mengembangkan kemampuan berpikirnya dengan mendengar orang-orang menggunakan bahasa untuk mengemukakan pikiran dan ide-ide.
  • mereka melihat atau mendengar orang menggunakan kata-kata atau isyarat untuk bertukar informasi.
  • mereka menggunakan bahasa untuk menggambarkan apa yang mereka lihat, dengar dan sentuh.
  • mereka menggunakan bahasa untuk mengemukakan apa yang mereka alami.
  • mereka menggunakan bahasa untuk membuat hubungan antara berbagai hal.
A girl speaking to a boy as they stand beside a cow.
Kita punya susu dari sapi itu hari ini !

KECAKAPAN DASAR BERPIKIR DAN BAHASA

Sementara mereka belajar bahasa, anak-anak mengatur pikiran mereka dan membuat hubungan antara berbagai ide:


  • bagaimana sebuah objek, orang, atau peristiwa menyebabkan sesuatu yang lain terjadi.
  • bagaimana memecahkan masalah..
A boy thinking as he collects wood.
Jika aku menemukan kayu untuk api maka Mama dapat memasak makan malam.
A girl thinking as she reaches under a cabinet.
Aku dapat mencapai bola itu jika aku menggunakan sebuah ongkat/kayu.
  • bagaimana mengatur benda-benda satu setelah yang lain.
  • cara menghitung.
A girl thinking as she cracks an egg into a bowl.
Mula-mula aku menambahkan telur. Lalu aku mencampur kan tepung agar adonan ini kental.
A boy thinking as he takes plates from a shelf.
Papa bekerja malam ini, jadi kami hanya memerlukan 4 piring.
  • cara mengenali kategori objek-objek belajar bahwa satu kata dapat berart bermacam-macam, dan beberapa kata dapat berarti satu benda.
  • bagaimana menggambarkan apa yang dirasakan seseorang dan mengapa dia berperasaan seperti itu.
A boy thinking as he sorts fruits with his mother.
Ini ananans, itu mangga. Keduanya adalah jenis buah-buahan.
A girl thinking as she sees her mother sitting with her hands on her face.
Mama khawatir karena Magda begitu sakit.

Penting bahwa belajar bahasa menjadi bagian dari kehidupan seorang anak yang tunarungu atau yang tidak dapat mendengar dengan baik. Orangtua, para pekerja/pelayan masyarakat, dan guru harus mendorong anak-anak untuk belajar dan menggunakan sebuah bahasa untuk mengekspresikan diri mereka, untuk berkomunikasi dengan orang/anak lain, dan untuk mengembangkan kemampuan mental mereka.



Halaman ini telah diperbarui pada tanggal:29 Des 2021